Aku kira kamu, ternyata jawabannya masih bukan.
Tapi kamu tetap tidak boleh tau hal ini.
Untung saja egoku tinggi. Seperti kata para mantan kekasih ku dulu.
Dia, mantan kekasihku yang paling terakhir itu juga pernah bilang hal yg sama. Sekarang aku percaya, itu benar.
Baguslah, egoku masih besar. Kamupun tidak perlu tau kalau aku sudah menaruh hati.
Kamu tidak perlu tau aku sempat mengira kamu adalah dia yang sempat hilang lama.
Kamu adalah wajah yang menyejukkan yang dulu sering kuusap lembut.
Kamu adalah perbincangan hangat yang selama ini hilang.
Kamu adalah sebuah ungkapan nyaman yang paling nyata setelah dia pergi.
Tapi, nyatanya kamu bukan semua itu. Kamu memang seperti replika dari semua yang aku tunggu.
Sudah, biar saja aku tenggelamkan semua dengan egoku.
Memang harusnya aku lupakan dia , juga kamu.