Senin, 22 Juli 2019

Esokku terasa sia sia

Mengertilah
Sejak malam itu aku tak sudi melihatmu.
Air mataku yang terbiasa kau sapu dengan tangammu
Ku hapus sendiri, bahkan tanpa ada dada bidang yang biasa ku sandarkan kepalaku.
Mengertilah,
Detik detik yang lalu masih saja sering berlalu lalang,
Padahal waktu menyeretku pada sebuah kenyataan
Bahwa aku bukanlah lagi sebuah keinginanmu
Bahwa aku bukanlah sebuah permintaanmu.
Mengertilah,
Sampai hari ini, 
Aku masih ingin esokku ada kamu,
Tak sudi melihatmu adalah sebuah kebohongan yang terus menerus ku ulang.

Mungkin,  esok masih sama
Mengharapkan sesuatu yang tidak pernah datang.
Esokku masih sia sia.

Rabu, 10 Juli 2019

Aku masih munafik.

Lama, bahkan terlalu lama.  Aku mengasuh rasa yang masih saja teruntuk yang sudah menjadi masalalu. 
Semua hanya kubungkus dengan munafik.  Tak lagi ada rasa untuk dia yang pergi sudah begitu lama, adalah kemumafikan yang ku jalani sampai malam ini.  Mungkin sampai besok pagi juga malam esok. 

Aku tidak berharap kamu kembali.  Tapi,  jika memang bisa,  tentu. 

Aku mau.