Snurfitria
f
Jumat, 01 Juli 2022
Minggu, 26 Juni 2022
Dikantor ada yang mirip banget deh sama kamu. Postur badannya, outfitnya, sampe cara dia ngomong sama aku. Ya aku tau dia tetep bukan kamu, tapi kaya sosok yang lama banget aku gak pernah liat tu kaya ada lagi.
Setiap disapa, rasanya kaya liat kamu lagi. Aku buka foto ini langsung ketawa sendiri, si selalu pake Jaket. Warnanya navy jg lho dia. Huhhhh. Disatu sisi aku seneng, karna kaya beneran liat sosok kamu, seakan kaya ketemu lagi. Tapi, disisi lain sedih juga, gimanapun tetep bukan kamu.
Rabu, 18 Mei 2022
Selasa, 11 Agustus 2020
bulan july .
Katanya, kepergian adalah biasa dalam kehidupan. Setiap yang datang, punya waktunya sendiri untuk pergi.
Tapi, kenapa rasanya masih menyakitkan?.
Kenapa hati masih merasakan patah?.
Sepertinya, semua adalah tentang siapa yang pergi. Ketika dia yang pergi adalah seorang yang sudah punya tempat dihati, merayakan kehilangan mungkin adalah perayaan paling sakit.
Jumat, 05 Juni 2020
Tuan
Tuan,
Di atas tanah yang sama tidak mengapa sulit untuk kita bisa berdiri sebelahan.
Adalah aku bunga yang samakin layu. Yang satu demi satu kelopaknya menguning.
Dan kamu tuan,
Bagai burung yang terus mengepakkan sayapmu,kemudian terbang jauh semakin sulit ku gapai.
Tuan,
Tidak tau dirikah aku bila masih melubur dalam andai andai yang semakin jauh dari nyata.
Lalaikah aku, mengharap harap yang sebenarnya tidak bisa aku gapai.
Tuan,
Bahkan meskipun aku melihatmu semakin jauh. Tak henti henti aku berharap sampai dipenghujung hari.
Tuan,
Jikalau aku semakin menguning, lalu kelopakku jatuh satu demi satu ketanah.
Tolong, sekali saja. Peluk aku.
Meskipun sudah rapuh diatas tanah.
Tuan,
Tolong juga sekali saja. Rindukan aku.
Tuan
Tuan,
Tidakkah mau melihat sedikit kearahku.
Melihat kearah dimana aku berada.
Ada aku, yang berdiri diatas tanah menunggu kamu yang terus terlihat semakin jauh.
Tuan,
Aku masih diam merasa bodoh, meratapi lalainya aku yang membiarkan kamu berjalan semakin jauh. Kini, aku malah menanam banyak andai yang tidak akan berbuah menjadi kenyataan semanis andai andai yang kutanam.
Tuan,
Akulah sang pemimpi yang selalu membayang bayangkan dirimu, tanpa tau batas. Hari demi hari semakin tinggi, padahal aku hanya seperti selembar daun yang selalu kalah dengan banyak bunga.
Tuan,
Kalau saja nanti aku terlalu tinggi saat berharap, kemudian terjatuh. Aku mohon, peluk aku sekali saja. Biar mesra yang aku damba setidaknya aku dapat dipenghujung nyawa.
Langganan:
Komentar (Atom)



