Sabtu, 26 Mei 2018

Mati sendiri

Biarkan saja dihabiskan rindu rindunya. Rindu yang tidak pernah mempunyai rumah. Biar saja rindu itu kedinginan kemudian mati dengan sendirinya.

Dia hanya butuh berdamai dengan masalalunya. Kenangan yang selama ini menjadi tembok penghalang cintanya yang baru. Biarkan saja, nanti juga hancur sendirinya. Dia pasti akan berdamai, ditemani senja yang tak pernah bosan menemani sore.

Selasa, 15 Mei 2018

Cerita yang beda

Inginku datangi pantai itu. Bercerita pada jalan setapak yang kita pijak beriringan saat itu. Meski sekarang, tanganmu tidak lagi menggenggamku seperti kala itu.
Aku mau bilang pada ombak, agar jangan berdebur terlalu kencang  , karna tidak adalagi tubuh yang menahanku saat tak mampu menahan deburannya.
Akupun ingin memperingatkan angin, agar tidak lagi mengibas rambutku dengan sepoinya, karna tidak adalagi yang merapikannya dengan kelembutan yang begitu menyentuh sampai ke hati.

Ceritaku pada pantai, mungkin tentang banyak hal yang telah hilang . Begitu banyak yang hilang dari sebuah kepergian.

Sabtu, 12 Mei 2018

Mau lupa

Perih rasanya, ketika waktu masih belum membawaku pada sebuah lupa yang menjadi harapanku sejak kamu bukan lagi milikku. Rasanya benci sekali, kenapa begitu lamban untuk melupakan. Sudah terlalu lama rasanya, tapi waktu belum juga membawaku pada sebuah lupa.
Sampai kapan, aku lelah diingatkan kenangan. Mereka muncul begitu saja, bahkan ketika aku sedang mencoba membuka hati untuk sosok yang lain.

Dulu, aku pernah takut untuk meminta yang terbaik. Karna takut bukan kamu yang terbaik untukku. Serela itu aku tak meminta demi kamu yang ternyata malah lebih tega pergi tanpa menimbang nimbang lagi bagaimana aku nanti.

Benciku mungkinkah hanya mengambang diatas rasa kecewa saja? Akupun tidak mengerti. Rasanya segala tentangmu masih saja terlihat luar biasa dan ingin terus ku ulang. Seperti aku yang terus mengulang wajahmu dihari hari lalu.

Aku masih saja rindu sendiri. Entah kapan jera, padahal sudah jelas sekali kamu tidak akan kembali. Aku menyesal, mencintaimu sedalam ini .

Rabu, 09 Mei 2018

Tidak tau mau kemana

Tidak tau hati ini kemana. Hanya mencoba membukanya lagi . Meski masih merasa takut untuk kembali memulai. Salahkah jika begitu? Membuka kembali yang lama ditutup, meski sebenarnya perasaan yang harusnya ada sebenarnya belum ada. Entah itu dimana, sejak penghuninya sebuah kekecewaan aku tidak lagi menemukan sebuah kepercayaan untuk kembali mencinti.

Sudahlama juga aku tidak mengenal rindu. Sejak rindu yang ku kumpulkan setiap harinya diguyur begitu saja tanpa belas kasihan. Pertemuan menjadi sebuah jurang yang malah mematikan semua perasaan.

Aku hanya takut perasaan ini mati. Hanya mencoba kembali membangun apa yang pernah hancur. Hanya tidak ingin menyesal karna menyianyiakan yang datang . Bagaimana jika nanti yang datang adalah seorang yang sebenarnya baik untukku. Aku hanya membuka pintu dan menunggu, mana yang tetap bertahan dan benar ingin bersama. Bukan sekedar lagi untuk bertamu kemudian pergi.

Sabtu, 05 Mei 2018

Kepulangan

Aku sudah mengalah. Bersama daun kering,aku pergi bersama angin yang menghempas membawaku semakin menjauhimu. Tidak mau aku mengemis sesuatu untuk sebuah perasaan yang masih sanggup untuk ku hilangkan. Aku masih bisa untuk meredam, meski pernah terasa kuat sekali untuk ingin memiliki.

Kamu, yang pernah menjadi sebuah keinginan. Mencintaiku dengan banyak kebohongan. Lalu menghilang tanpa pernah memikirkan bagaimana aku yang ditinggal pergi kan?

Untuk apa datang lagi? Perasaan ini sudah pergi. Tidak lagi ada aku yang menghitung jam yang terus berganti menjadi hitungan hari. Hari hari yang menjadi sebuah penantian untuk kepulangan. Sampai aku lelah sendiri menunggu sendiri. Aku memang mencintaimu, tapi dulu ketika aku belum lelah menunggu. Menunggu sendirian untuk seorang yang berbohong itu tidak ada asik asiknya.
Pergi lagi saja, kepulanganmu bukan yang ku tunggu lagi.

Kamis, 03 Mei 2018

Melupakan

Kini aku tau apa artinya melupakan . Melupakan adalah bukan perihal membuang semua kenangan, semua cerita yang pernah ada. Melupakan yang pernah terjadi sampai kapanpun rasanya tidak akan pernah berhasil. Bagaimanapun menolak, semua sudah terlanjur terukir.

Yang aku tahu sekarang ,
Melupakan adalah ketika yang lalu bersamanya tiba tiba menyapa. Hatimu tidak layu. Tidak lagi kembali tertarik oleh cerita cerita yang ada dihalaman belakang.

Tapi ntahlah,
Entah kusudah lupa atau belum. Atau hanya berpura pura sudah melupakan.
Hanya kucoba untuk menerima perlahan lahan. Menerima dia bukanlah seorang yang bisa lagi ku sepanggil "sayang" .
Semua kulipat rapi, masih kuingat setiap lembar cerita yang pernah ada . Kusimpan entah sampai kapan. Mungkin nanti akan kusam lalu tak menarik lagi, kemudian lupa.