Aku selalu menyukaimu. Meski kadang, melihatmu membuat hati teriris . Bersama bahagia, tidak juga terkecuali saat duka.
Sore dan senja, sore dan kisah, senja dan cerita masa lalu.
Sore ini aku datang mau bercerita, bersama angin yang pelan berhembus membahas kisah yang dulu pernah ada dan begitu indah sepertimu.
Senja,
Wajahku yang berseri-seri , tawaku yang mengisi wajah sore itu, juga seorang yang disampingku saat itu sudah tidak ada. Semua pergi seperti dibawa angin. Pelan pelan menjauh dan hilang tak berarah. Sudah aku kejat, namun tertinggal. Aku tidak mampu lagi mengejar.
Sore ini ku kembali menatapmu, sendiri tanpa ada dia disampingku lagi. Ia pergi membawa sepaket bahagia yang pernah dibawa. Meninggalkan ku bersama harapan yang sudah hampir mati. Kini tinggal aku yang menatapmu sendiri. Melihat keindahanmu sendiri meski stengah keindahannya sebenarnya adalah dimatanya.