Aku bersantai santai mencintaimu diam diam. Menulis namamu dalam hati, meminta dalam setiap doa.
Ternyata , kamu keburu dimiliki. Aku kehilangan seorang yang belum pernah jadi milikku.
Bisa apa aku, selain menelan antara sesal dan kecewa. Tanpa bisa aku ajukan prostes pada kamu yang bahkan tidak tahi, bahwa aku diam diam begitu mengagumi.
Tapi, bukan kan ada yang maha membolak balikan hati.
Bila Allah menjadikan kamu adalah takdirku , adalah sebuah yang aku aamiin kan paling khusuk.
Tapi jika memang bukan, semoga aku bisa berlapang menerima.
Karna Allah yang maha tau mana yang terbaik untuk hambanya.