Mengertilah
Sejak malam itu aku tak sudi melihatmu.
Air mataku yang terbiasa kau sapu dengan tangammu
Ku hapus sendiri, bahkan tanpa ada dada bidang yang biasa ku sandarkan kepalaku.
Mengertilah,
Detik detik yang lalu masih saja sering berlalu lalang,
Padahal waktu menyeretku pada sebuah kenyataan
Bahwa aku bukanlah lagi sebuah keinginanmu
Bahwa aku bukanlah sebuah permintaanmu.
Mengertilah,
Sampai hari ini,
Aku masih ingin esokku ada kamu,
Tak sudi melihatmu adalah sebuah kebohongan yang terus menerus ku ulang.
Mungkin, esok masih sama
Mengharapkan sesuatu yang tidak pernah datang.
Esokku masih sia sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar