Tidakkah mau melihat sedikit kearahku.
Melihat kearah dimana aku berada.
Ada aku, yang berdiri diatas tanah menunggu kamu yang terus terlihat semakin jauh.
Tuan,
Aku masih diam merasa bodoh, meratapi lalainya aku yang membiarkan kamu berjalan semakin jauh. Kini, aku malah menanam banyak andai yang tidak akan berbuah menjadi kenyataan semanis andai andai yang kutanam.
Tuan,
Akulah sang pemimpi yang selalu membayang bayangkan dirimu, tanpa tau batas. Hari demi hari semakin tinggi, padahal aku hanya seperti selembar daun yang selalu kalah dengan banyak bunga.
Tuan,
Kalau saja nanti aku terlalu tinggi saat berharap, kemudian terjatuh. Aku mohon, peluk aku sekali saja. Biar mesra yang aku damba setidaknya aku dapat dipenghujung nyawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar