Di atas tanah yang sama tidak mengapa sulit untuk kita bisa berdiri sebelahan.
Adalah aku bunga yang samakin layu. Yang satu demi satu kelopaknya menguning.
Dan kamu tuan,
Bagai burung yang terus mengepakkan sayapmu,kemudian terbang jauh semakin sulit ku gapai.
Tuan,
Tidak tau dirikah aku bila masih melubur dalam andai andai yang semakin jauh dari nyata.
Lalaikah aku, mengharap harap yang sebenarnya tidak bisa aku gapai.
Tuan,
Bahkan meskipun aku melihatmu semakin jauh. Tak henti henti aku berharap sampai dipenghujung hari.
Tuan,
Jikalau aku semakin menguning, lalu kelopakku jatuh satu demi satu ketanah.
Tolong, sekali saja. Peluk aku.
Meskipun sudah rapuh diatas tanah.
Tuan,
Tolong juga sekali saja. Rindukan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar