Sabtu, 19 Agustus 2017

Jogja

Aku tidak membenci senja, aku hanya ingin melupakan yang dulu selalu duduk berdampingan denganku saat senja.
Aku tidak pernah membenci jalan perempatan itu, aku hanya tidak lagi mau merasa bersalah pada dia yang selalu menawarkan telinganya untuk dengar keluhanku.
Aku tidak pernah membenci pantai yang ramai deburan ombaknya saat malam, aku hanya ingin meninggalkan kenyataan bahwa dia memang bukan milikku.
Akupun tidak pernah membenci candi, aku hanya ingin menghapus semua tentang dia yang menipuku mentah-mentah.

Jogja setiap sudutnya memang romantis. Aku percaya dan merasakan itu. Mulai dari desa yang sunyi hingga hingar bingar kotanya yang begitu istimewa.
Aku suka jogja, mungkin cinta, juga begitu rindu. Tapi tidak ingin kembali pada kenangan yang pernah ada disana. Semua sudah menjadi kenangan usang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar