Jumat, 16 Februari 2018

Mungkin nanti saja

Aku pernah mencintai seseorang dengan baik. Apapun itu yang dibuatnya terlihat begitu indah. Meskipun itu kadang terasa sakit, tetap saja kuliahat sebagai sesuatu yang indah.
Hingga aku dibawa oleh perpisahan, yang menuntunku pada sebuah kesadaran. Bahwa apa yang kunanti adalah sesuatu yang tidak akan kunjung datang.

Kini aku dikabuti oleh ragu.
Keraguan menyelimutiku sepekat embun pagi. Aku dingin dibuatnya.
Aku dingin pada setiap yang datang untuk menghangatkan.
Entah sampai kapan aku dihalagi sebuah keraguan. Keraguan yang besar yang masih saja pekat sampai hari ini.

Ada rasa seperti ingin membangun percaya yang pernah dibuat ambruk. Tapi selalu saja hancur, karna belum kokoh sudah diterpa pahitnya masalalu.

Aku masih bimbang. Artinya tentu belum cinta. Masih tidak tau mau kemana, artinya belumlah utuh kalau masih menjadi sebuah pilihan.

Mungkin nanti, jika ada yang kurasa hanya satu. Bukan lagi harus memilih diantara siapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar