Untuk kamu yang memiliki senyum melebihi manisnya coklat favoriteku. Terimakasih untuk menjadi seorang yang ikut andil dalam bahagia di hari istimewa itu. Terimakasih untuk sepotong roti yang kau bawa hati-hati agar lilinnya tidak padam. Lilinnya yang kau bakar, tapi berkobarnya disini, didalam hati ini. Susah sekali menutupi semua agar bisa terlihat biasa saja. Egoku memang tinggi, muka dua sekali . Padahal senangnya bukan kepalang.
Sore ini, aku lagi- lagi bersandiwara. Seakan tidak perduli dengan senyum yang selalu berhasil dihidangkan begitu manisnya. Padahal terbayangnya terbawa sampai mau tidur.
Aku hanya takut.
Takut untuk kembali memulai.
Aku hanya resah,
Resah kalau akhirnya nanti harus kecewa.
Aku hanya tidak mau mematahkan lagi, hati yang sudah mulai utuh, yang sebelumnya sempat patah karna salah jatuh.
Untuk kamu,
Tahukah kamu bahwa aku hanya sedang berpura-pura?
Jangan pergi,
Beri aku sedikit lagi waktu. Untuk berani tidak bersandiwara lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar