Sabtu, 12 Mei 2018

Mau lupa

Perih rasanya, ketika waktu masih belum membawaku pada sebuah lupa yang menjadi harapanku sejak kamu bukan lagi milikku. Rasanya benci sekali, kenapa begitu lamban untuk melupakan. Sudah terlalu lama rasanya, tapi waktu belum juga membawaku pada sebuah lupa.
Sampai kapan, aku lelah diingatkan kenangan. Mereka muncul begitu saja, bahkan ketika aku sedang mencoba membuka hati untuk sosok yang lain.

Dulu, aku pernah takut untuk meminta yang terbaik. Karna takut bukan kamu yang terbaik untukku. Serela itu aku tak meminta demi kamu yang ternyata malah lebih tega pergi tanpa menimbang nimbang lagi bagaimana aku nanti.

Benciku mungkinkah hanya mengambang diatas rasa kecewa saja? Akupun tidak mengerti. Rasanya segala tentangmu masih saja terlihat luar biasa dan ingin terus ku ulang. Seperti aku yang terus mengulang wajahmu dihari hari lalu.

Aku masih saja rindu sendiri. Entah kapan jera, padahal sudah jelas sekali kamu tidak akan kembali. Aku menyesal, mencintaimu sedalam ini .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar