Minggu, 11 Agustus 2019

Mimpi semalam

Indah sekali.
Ehee,  tak kupungkiri aku tersenyum dibangun pagi tadi. 
Setelah sering kali kuberusaha tak mengingat wajahmu, 
Tuhan malah memberiku mimpi untuk melihat wajah yang sampai saat ini belum menjadi asing. 
Demi tuhan,Meski waktu menyeretku sudah begitu jauh. Gambar dirimu,  gambar diri kita musih apik tersimpan. Pesan pesan manismu masih ada di begian paling bawah.  Entah, untuk tujuan apa.
Andai kamu adalah masa lalu berbahan kertas,  mungkin sudah kurobek robek sejak awal.  Atau ku bakar bersama kayu bakar. 

Tapi tak semudah itu. 
Kebohongan kebohonganmu begitu dewa.  Aku yang tidak pernah sadar,  bahkan sampai saat ini. 
Meski waktu dimana kamu bertanya aku ada dimana mungkin tak akan pernah datang, pengharapan itu diam diam masih tetap ada. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar