Minggu, 24 November 2019

Pahit

Setelah keputusan itu,  aku mencoba menguatkan hati yang lama lama terasa juga perihnya. Sejak kuputuskan untuk tegas bertanya tentang apa yang ada dipikirannya.
Agak dalam rasanya, atau perasaan ini memang sudah terlanjur dalam. Entahlah,  tapi yang jelas dia pergi setelahnya.

Sedikit menyesal.  Mungkin bila saja aku tidak mempertanyakan,  pasti dia tidak pergi.
Tapi bagaimana dengan pertanyaanku yang semakin hari terasa semakin besar terisi dengan tanda tanya yang terus muncul tentang bagaimana aku dan dia kedepannya.

Tapi dimana salahnya? 
Adakah kesalahan dari sebuah pertanyaan "kita ini apa? "

Kalau memang aku adalah sesuatu,  apa sulitnya menjawab untuk sebuah ketenangan.

Sialnya dia malah pergi.
Pahit,  tapi apakah ini lebih baik dari pada manis untuk sekarang tapi aku tetaplah sendiri di waktu yang entah kapan.

Lalu,  apakah ini sudahlah jawaban dari tanya "kita ini apa? "
Yang artinya,  aku bukan lah apa apa.
Kalau memang iya,  baiklah.  Semoga pahitnya lekas hilang.

Terimakasih.
Kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar