Aku adalah sisa dari masalalu yang indah.
Yang ditinggalkan pemainnya tanpa diberi aba-aba.
Tanpa dilatih untuk berdiri sendiri.
Aku adalah sisa dari masalalu, yang kembali belajar berjalan.
Saat sebelumnya baru bisa ditatih, lalu ditinggal pergi kemudian jatuh tanpa dibangunkan lagi.
Aku adalah sisa masalalu yang belajar merangkak, agar saat nanti bisa berdiri sudah benar benar kokoh.
Agar kakiku mampu berdiri tanpa harus beriringan.
Agar saat yang mengiringi langkahku tiba tiba pergi seenaknya lagi, aku tetap mampu berdiri.
Agar tak jatuh lagi, agar tidak luka lagi.
Namun, bukan untuk bersiap ditinggalkan.
Hanya belajar menjadi sisa masalalu yang lebih kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar