Jatuh hatiku yang harus benar benar terasa jatuhnya kurasa sudah mulai kering lukanya. Meskipun begitu lambat, aku mulai paham untuk segala yang indah itu adalah masalalu. Sesuatu yang sudah dilewati dan hanya akan tetap dibelakang pun tidak akan lagi datang apalagi beserta palakonnya.
Semua karena ketidak tahuan. Ketidak tahuanku dalam membaca sebuah kebahagian. Aku terlanjur larut dalam definisi bagagia dan menjerumuskan pada sebuah pengharapan. Pengharapan yang justru merapuhkan hatiku sendiri, ketika semua tidak sesuai dengan apa yang menjadi kenyataannya.
Kenyataannya, semua bahagia itu adalah hal asing yang aku tidak tahu asalnya. Entahlah, bahagia itu berasal dari sebuah kesepian seseorang hingga dia membutuhkanku untuk menemukan bahagianya dan bisa mudahnya hilang ketika sebuah jarak harus ada diantarnya keduanya. Atau bahagia yang ada karena hati yang lama kosong sehingga butuh seorang penghuni, namun akan dipersilahkan pergi ketika penghuninya tidak bisa untuk selalu ada untuk setiap harinya. Atau bahagia yang berasal dari hal lain dan aku tidak tahu itu.
Aku bahagia saat itu, namu tidak tahu dari mana . Aku hanya tahu dengan siapa aku bahagia, tanpa tau mengapa dia buat kebahagiaan itu untukku.
Jika nanti ada seorang yang baru datang kembali membawa seperangkat kebahagiaan. Izin kan aku untuk tau, alasan sebuah pemberian definisi bahagia itu . Agar aku tidak lagi salah menaruh sebuah harapan. Agar tidak jatuh hati, yang begitu sakit ketika benar benar jatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar