Rabu, 03 Juni 2020

kenapa

Ya kenapa harus kenapa? 
Kenapa harus ada pertanyaan kenapa? 
Bodoh sekali aku. 
Kenapa perasaan yang ada, aku abaikan karna pertanyaan yang seharusnya tidak ada. 

Sekarang, bukan lagi tentang kenapa. 
Hari-hari menjadi sebuah semoga. 
Ketidak pastian yang terus-terusan aku semogakan.

 Sementara itu, melihat bahagianya sudah bukan yang kuinginkan lagi. Buat apa, aku sudah bukan bagian dari cerita. 

Kalau sudah begini, boleh tanya kenapa ? 
Kenapa kamu harus pergi dulu, baru aku tahu kamu adalah rumah . 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar