Kenapa harus ada pertanyaan kenapa?
Bodoh sekali aku.
Kenapa perasaan yang ada, aku abaikan karna pertanyaan yang seharusnya tidak ada.
Sekarang, bukan lagi tentang kenapa.
Hari-hari menjadi sebuah semoga.
Ketidak pastian yang terus-terusan aku semogakan.
Sementara itu, melihat bahagianya sudah bukan yang kuinginkan lagi. Buat apa, aku sudah bukan bagian dari cerita.
Kalau sudah begini, boleh tanya kenapa ?
Kenapa kamu harus pergi dulu, baru aku tahu kamu adalah rumah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar