Selasa, 26 Desember 2017

Kepergian yang ingin dibawa.

Salahkah jika sampai saat ini, aku masih tidak menginginkan kamu sebagai masalalu. Apakah ini keliru? Kamu, yang jelas tidak akan pernah lagi hadir diwaktuku kini dan kemungkinan sangat besar juga tidak akan adalagi diwaktu yang akan datang nanti, namun justru masih saja belum mau menerima kamu adalah masalalu. Sulit sekali sepertinya menerima, bahwa kamu adalah sesuatu yang tidak bisa aku bawa untuk mengisi sela jemariku.

Dalam diam, aku merasa didalam hati ini ada satu pintu masih membuka menunggu pulangnya kamu, yang jelas tidak akan kembali. Namun apa mampuku selain tetap diam. Kamu yang semakin jelas tidak akan kembali dan semakin terlihat begitu jauh. Dan aku, yang hanya terpaku melihat kepergianmu yang semakin lama semakin tidak bisa aku lihat.

Indah, namun menyakitkan. Ketika satu persatu yang pernah ada, beriringan muncul dalam ingatan. Kamu sudah pergi, dan tidak akan pernah kembali. Selain dalam bunga tidur, tidak akan lagi ada kamu. Aku sadar dan kenyataan yang harus dijalani meski kadang menyesakkan  hati yang masih rapuh sejak kepergianmu dihari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar