Sudah titipkan harapan, dikira adalah yg menjadikan hidup lebih baik, justru adalah yang menghancurkanmu lebih dari dulu.
Semua yang manis manis itu diberi didepan, kemudian ujungnya menyakiti lebih dari gula palsu yang membuat radang.
Orang begitu memang banyak. Setelah mendapatkan hati, kepercayaan juga beserta sebuah pengharapan kemudian berubah sedemikian rupa membuat berantakan. Tanpa perduli, itu adalah hati yang baru saja dirapikan dengan susah payah.
Cukup satu kali. Tidak ada dua dan tiga untuk memilih apalagi kecewa.
Kamu, debu yang tidak bisa diharapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar