Sudah cukuplama namanya tidak lagi muncul di layar handphone. Padahal, namanyalah yang sering kutunggu muncul saat handphone bergetar. Setelah nama dia, yang dulu sering kali kutunggu padahal tidak mungkin lagi. Namanyalah yang selalu buat gembira bila handphoneku bergetar.
Aku dibuat lupa tentang bagaimana sakitnya ditinggalkan. Kamu menjadi suara yang sering ditunggu telingaku. Tawa yang begitu mudahnya kamu selipkan disetiap perbincangan.
Dimana ? Bagaima kabarmu? Aku , seorang yang paham tidak punya ikatan . Mungkin memang tidak berhak menuntut kabar. Tapi mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur candu.
Kamu yang mengeluarkanku dari labirin cinta masalalu yang telah usai, kenapa pergi setelah baru saja aku merasa bebas dari kenangan masalalu. Aku masih mau ditemani, masi mau dituntun. Aku belum bisa berjalan sendiri.
Kamu dimana? Aku masih merangkak, masih butuh tanganmu untuk memapah pelan pelan. Kenapa sudah ditinggal pergi, nanti aku tersesat lagi.
Untuk kamu, lelaki yang datang tiba-tiba , kalau sekarang pergi juga tiba-tiba, nanti datang lagi jangan tiba tiba ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar