Kamis, 05 April 2018

Apa salahnya rindu?

Malam ini panas . Hatiku mendung. Aku rindu  , rindu yang bukan waktunya.

Maaf, aku tidak tahan lagi tanpa kabarmu.  Aku ingkar janji pada hati sendiri. Janji tidak akan rindu, utamanya pada suaramu. Suara yang sering kudengar saat sedih, suara yang terdengar saat bahagia lalu dibuat makin bahagia. Aku rindu saling melihat dilayar handphone saat tidak bisa bertemu. Rutinitas setiap malam, setiap bangun tidur, juga setiap merasa rindu.

Kamu kenapa pergi? Aku mau tanya itu.
Kamu kenapa hilang? Aku harus cari kemana? Pesanku sudah 2 jam lalu terkirim. Belumkah dilihat?

"Kamu kemana?"

Belum terbaca atau memang semua sudah terbaca. Terbaca untuk berhenti.

Aku cuma rindu. Memang salah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar