Kamis, 05 April 2018

Aku tunggu sampai kapan?

Ini tulisanku yang ke tiga dimalam ini. Yang ku kira, ketika handphone ku kutaruh, saat kulihat ada panggilan tak terjawab darimu.

Aku salah.
Hari sudah mau berganti. Belum juga ada kabarmu.

Kamu tau , hatiku kini penuh dengan rindu,  penantian menenggelamkanku dimalam ini. Ku hitung jam perjam, menebak nebak di jam berapa bisa mendengar suaramu. Atau setidaknya sebuah pesan berisi rindu seperti biasanya.

Kesal.
Aku kesal setiap handphone ku bergetar. Kulihat bukan dari kamu. Kenapa yang lain, kemana kamu? Memangnya tidak bisa mereka mengirim pesan tidak dimalam ini.
Aku ini sedang menunggu. Menunggu kamu. Kenapa malah bukan kamu yang datang.

Aku baik baik saja. Aku sudah tidak apa apa. Sejak ada kamu, sejak kamu datang. Sejak pertama suaramu kudengar, sejak tawa yang membuat perutku keram dibuat oleh kamu.

Aku belum berterimakasih. Meski tidak penting, tapi aku tetap mau bilang. Ada terimakasih yang ingin kusampaikan ditambah dengan rindu.
Aku rindu, rindu sekali. Kenapa buat rindu. Rasanya aku salah, tidak pernah beri tahumu tentang masalalu ku. Yang pernah sakit karena rindu hingga akhirnya berpisah.

Kamu yang membuatku sembuh, kenapa menyakitiku dengan hal yang sama ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar