Melupakan itu tidak sebentar, melupakan itu tidak semudah menutup ruang yang kosong. Dikunci lalu tidak terbuka lagi.
Melupakan itu, meski kadang sudah dicoba tutup kuat kuat, masih saja akan teringat bahkan kadang semakin pekat.
Melupakan itu tidak sebentar, malah bisa jauh lebih lama dari mengenal. Lebih lama dari bersama, lebih lama dari yang pernah terasa manisnya.
Melupakan itu tidak sebentar. Meski sudah ada yang mengisi memori baru, yang lama tidak terhapus begitu saja.
Melupakan itu bukan butuh tenaga, tapi butuh keiklasan. Keiklasan yang tidak cukup diwaktu yang sebentar.
Maka itu, melupakan tidak sebentar. Bukan berarti belum terima kenyataan. Tapi kembali lagi, melupakan itu tidak sebentar.
Aku ingin melupakan , melupakan yang katanya butuh waktu lama. Tapi aku tetap ingin melupakan. Entah tidak sebentar itu, tidak tau sampai kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar